Postingan

Ruang Konseling Part 3 (Jalan Kesembuhan)

Ternyata datang ke psikolog tidak seperti datang ke dokter pada umumnya. Di mana kita hanya perlu duduk, menunjukkan luka kita, mengeluhkan lukanya, lalu mendapat obat. Datang ke psikolog tidak bisa hanya menumpahkan kesedihan kita begitu saja. Bukannya terjawab, bercerita tanpa arah justru membuat pikiran dan perasaan semakin keruh dan kalut. Menghadap psikolog butuh persiapan agar sesi konseling berjalan dengan efektif dan efisien. Pengalaman setiap orang bisa berbeda-beda, tapi dari aku begini: 1. Buat list tentang apa yang ingin kita sampaikan, semacam kisi-kisi yang berisi alur permasalahan kita secara detail. Bila perlu perjalanan hidup yang berkaitan dengan luka atau beban berat yang menumpuk-menumpuk selama ini. Tapi bila kesulitan menulis saking udah numpuk-numpuknya bisa tulis masalah terbesar yang sedang dihadapi. 2. Buat list pertanyaan. Pertanyaan apa saja yang ingin kita tanyakan. Apa saja. Meski kita pikir itu engga penting tapi mengganjal di hati kita. Jangan sampai pas...

Ruang Konseling Part 2 (Psikolog)

"Kamu depresi"  Masih terngiang yang dikatakan psikiater padaku saat itu. Mungkin benar saja bahwa kondisi mentalku sedang lemah, tapi kata "depresi" itu justru masuk semakin dalam bagai sugesti yang menggerogiti kejiwaan. Ya, begitulah kelemahan mental, selayaknya iman. Ketika kita melemah dan memberi celah untuk lemah, ternyata ia akan semakin lemah dan semakin lemah. Tapi sekali lagi, jiwa juga seperti raga yang bisa sakit dan butuh penanganan. Disitulah kita perlu profesional. Aku percaya kalau kita semua memiliki pertahanan masing-masing dalam menghadapi gelombang kelemahan mental. Entah itu berupa kesedihan yang mendalam atau kecemasan atau overthinking dan lain sebagainya. Dan ketika kita mulai merasa, "sepertinya aku perlu ke psikolog" itu sebenarnya adalah sinyal naluriah dari dalam jiwa kita untuk meminta bantuan. Seperti halnya badan yang tiba2 meriang, ia butuh istirahat. Jiwa yang sakitpun butuh penanganan. Tapi inget, kita ga boleh self diagn...

Ruang Konseling Part 1 (Psikiater)

Siapa yang mengira bahwa Esa si tukang bikin puisi, yang sukanya memotivasi dan nyemangatin orang-orang ini tiba-tiba didiagnosa depresi. Aku sendiripun tidak percaya, masih teringat jelas bagaimana rasanya ditembak langsung oleh psikiter juga psikolog sekaligus. Tapi, sungguh, ada banyaak sekali pembelajaran berharga yang aku terima. Dan semoga perjalananku kali ini dapat membantu siapapun yang sedang membutuhkan dorongan kesehatan mental dan persiapan konseling. Karena yaa memang datang konseling tidak semudah itu. Sebelumnya aku akan warning dulu bahwa tulisan kali ini mengandung banyak triger. Jadi buat kamu yang memiliki triger harap berada dalam pengawasan profesional ya. inhale ... exhale ... Akhir tahun 2023, aku mendatangi ruang konseling psikiater bersama mama. Sebenarnya ini bukan kali pertama. Aku sudah menghadapinya sejak 2017, saat pertama kali membawa mama yang sudah tidak sadar (kenyataan) ke rumah sakit jiwa di kota yang lokasinya jaauh dari tempat tinggalku. Sejak itu...

Bertahan dalam Pernikahan

Bu, ada banyak spekulasi tentang bertahan dalam pernikahan. Mengusahakan diri menjadi istri teladan se-tangguh Asiyah istri Firáun sangatlah susah. Kita mungkin tidak diberkahi mental yang kuat untuk menghadapi penyiksaan suami se-dzalim Firáun. Bukan ga mungkin atau ga ada sosok-sosok inspiratif seperti Asiyah di kehidupan nyata sekarang ini. Tapi yang jelas, kisah Asiyah mengajarkan kita tentang buah dari kesabaran. Bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Asiyah diperlihatkan rumah di surga menjelang kematiannya. Iya, bahkan ia berakhir mati. Tapi ia diberi kemenangan hakiki, menjadi pemimpin para wanita di surga. Sekarang, bagaimana jika kisah Asiyah ternyata mirip seperti apa yang kita alami? Misalnya saja, suami kita ternyata kasar, suka bicara yang menyakitkan hati, suka memukul, atau berzina? Banyak perempuan terjerat dalam hubungan toxic dan merasa tidak berdaya karenanya. Lalu, ketika dihadapkan pada perceraian ia justru berpikir, "kasihan anak yang tumbuh tanpa bapak". S...

Dunia Kelabu

Gambar
Apa yang kalian tahu tentang luka dan trauma? Ketika kalian memiliki luka dan bahkan trauma, kalian akan memiliki pandangan yang berbeda akan dunia. Mungkin sebelumnya penuh warna, mungkin sebelumnya cerah saja. Banyak coraknya. Seolah tidak ada celah untuk warna-warna gelap dan suram di dunia kamu. Tapi, semua berubah ketika luka itu ada. Bahkan mungkin luka itu datang dari sesuatu yang kita abaikan. Luka yang sering kali tidak kita anggap karena kita meremehkannya. Nyatanya, luka itu tetaplah luka, yang bila dibiarkan bertumpuk-tumpuk dan menjadi beban yang menggunung sekaligus menghujam dan menghimpit. Tiba-tiba rasanya menjadi sesak dan tiba-tiba saja dunia menjadi gelap. Tidak ada bedanya semua warna. Semua semu, samar, suram. Ketika kita memiliki luka dan bahkan trauma, kita akan kembali diliputi pertanyaan tentang arti dan makna hidup. Akan ada lagi pertanyaan-pertanyaan "kenapa?" Dan "kenapa?" Dengan tanda tanya besar. "Kenapa aku tidak baha...

10 Hak dalam Islam part 3

  8. Hak Tetangga Tetangga adalah orang yang paling dekat rumahnya dengan kita. Ia mempunyai hak yang besar, apalagi jika dia memiliki hubungan kerabat dengan kita sekaligus ia adalah seorang muslim, maka ia memiliki tiga hak yaitu hak tetangga, hak kerabat, dan hak seorang muslim. Jika dia seorang kerabat dan bukan seorang muslim, maka dia memiliki dua hak: hak tetangga dan hak kerabat. Jika dia bukan kerabat dan bukan seorang muslim maka dia memiliki satu hak saja yakni hak tetannga. (Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Al Bazzar dengan sanadnya dari Al Hasan dari Jabir bin Abdillah. Ibnu Katsir telah menyebutkan hal ini dalam tafsirnya tentang ayat 36 Surat An-Nisa)   Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan kepada kedua orang tuamu maka berbuat baik dan kepada kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, serta tetangga yang masih kerabatmu dan tetangga yang bukan kerabatmu” (QS. An-Nisa: 36) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Senantias...

10 Hak dalam Islam part 2

Bismillahirrahmaanirrahiim Selanjutnya .. 4. Hak Anak "Apabila seorang meninggal dunia akan terputus amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sepeninggalnya atau anak yang shalih yang mendoakannya" Syaikh Muhammad bin Shalih menyebutkan bahwa hak anak sangatlah banyak, yang terpenting adalah tarbiyah (memberikan pendidikan) dalam hal mengembangkan agama dan akhlak di dalam diri mereka . Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (QS. At Tahrim: 6) Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,  "Setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya, seorang lekaki adalah pemimpin di dalam keluarganya dan dia akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya" Anak merupakan amanah yang berada di pundak orang tua dan keduanya bertanggung jawab atas mereka pada hari kiamat. Dengan member...