"Aku Bukan Ibu yang Baik"
Bismillahirrahmanirrahim
Salah satu keluhan yang muncul dalam sesi konseling bersama Psikolog adalah, "aku bukan ibu yang baik"
Atas dasar banyak kekurangan-kekurangan diri dalam hal mendidik anak
Atau karena (lagi-lagi) ketinggian ekspektasi?
Pernah "meledak" karena Aisha melakukan kesalahan kecil
Pun sering kali Aisha suka melawan padahal itu normal saja bagi anak-anak ya kan
Coba bayangin aja kondisinya: anak perempuan pertama vs anak perempuan pertama
Tapi pancene psikolog, beliau cuma bilang "Alhamdulillah, mba ada yang harus disyukuri ketika kita merasa "bukan menjadi ibu yang baik". Ini lebih baik daripada kita merasa "aku sudah memberikan yang terbaik untuk anak-anakku"
Cuma gini doang aku lega
Yang beriringan dengan terbukanya hati dan pikiran untuk sekali lagi belajar memperbaiki diri, mengatur strategi dalam menghadapi si anak perempuan pertama versi mini ini
Allahuma barik
Ada banyak masalah dalam hidup yang sebenarnya hanya butuh kebersyukuran
Bahkan dari mengeluh saja kita bisa bersyukur
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat (mendapatkan) sesuatu yang dia sukai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
‘[Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat] Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan sempurna.’ Dan ketika beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
‘[Alhamdulillah ala kulli hal] Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan’.” (HR. Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)
Alhamdulillah 'ala kulli hal
Manusia tempatnya salah
Begitupun seorang ibu yang tidak sempurna
Tapi bukan disitu masalahnya
Masalahnya adalah kita mau belajar dan berusaha untuk memperbaiki diri atau pada kenyataannya hanya tenggelam di tempat bersama emosi sendiri?
Ibu, sehat mental adalah yang utama. Jangan ragu bila butuh pertolongan yaa 🤍
Barakallahu fiik
24 Maret 2024
Komentar
Posting Komentar