Postingan

Dealing with Your Pain (Penerimaan)

Dealing with your pain Ketika Allah uji dengan ujian yang besar, hati terluka hebat dipenuhi dengan kesedihan dan kerisauan mendalam, "kenapa ini terjadi?", "kenapa harus aku ... diantara milyaran orang di dunia" Duniaku runtuh, seolah seperti berjalan diujung puing2nya yang tajam Dan bagian terberat dari ujian yang berat adalah penerimaan Kembali ke 7 tahun, titik terendahku Bukan hal yang mudah Tiap kali membaca lembar lampiran diagnosa dokter, dari satu sesi konseling ke sesi yang lain: "schizophrenia", dan lalu "bipolar disorder" Terlebih dokternya tidak komunikatif dan edukatif seperti dokter-dokter pada drama korea (hah) Jadi, mau tidak mau kita harus mengedukasi diri sendiri selain aktif bertanya pada yang lebih berhak ditanya, para perawat! Sampai Kepala Perawat di bangsal tempat mamaku dirawat turun tangan. Mengajakku ke ruangan terpisah dan berbaik hati menjelaskan perlahan ketika aku selalu bertanya, "kenapa ini bisa terjadi?...

Tentang Sedih

Gambar
"Aisha, masih sedih? Kalo masih sedih, Aisha mau gimana biar ga sedih lagi?" Karena Aisha dekat dengan persoalan mental (kondisi utinya yang schizophrenia-bipolar dan ummi yang banyak menangis). Sebisa mungkin, ku mengenalkan Aisha tentang kesehatan mental. Terutama soal emosi. Sekarang bukan lagi sekedar mengenalkan, tapi juga bagaimana cara mengatasinya yang juga membantuku ~yang tak lagi sekuat dulu. Buku-buku anak banyak membantu kami dalam menyampaikan informasi tentang emosi yang mudah dipahami anak. (Beberapa sudah pernah ku ulas di feed). Tapi, lantas menyadari bahwa yang terpenting dari media belajar adalah mental dan kapasitas diri ini dalam membersamai. Karena lagi-lagi, hati dan pikiran yang jernih akan membawa kita pada solusi dibanding luapan emosi tak berarti. Seperti ketika mengurai "kerewelan" Aisha saat pikiran lagi ruwet-ruwetnya. Bukan sekedar validasi lagi, "Aisha sedih yaa, karena ini", "Aisha kesel yaa begini?",...

Betapa Cepatnya Aisha tumbuh

Masyaa Allah tabarakallah  Memiliki toddler 3 tahun rasanya sungguh menakjubkan. Setiap hari berujar, "betapa cepatnya Aisha tumbuu masyaa Allah" yang lalu disambut Aisha dengan bilang, "ummi, liat ni Aisha udah besar" Meski masih cengeng, Aisha termasuk anak yang dewasa. Mudah memahami situasi, teramat peka dan Alhamdulillah cukup bisa mendengarkan umminya. Pagi ini, Aisha sudah bangun jam 5 pagi lalu minta mandi, setelahnya membantu ummi siram tanaman di saat ummi ngepel teras. Lalu kami menjemur pakaian bersama. Setelah selesai, ummi peluk Aisha sambil bilang, "terima kasih ya nak sudah bantu ummi. Semoga jadi anak sholeha, dan berbakti sama orang tua" "Iya ummi" jawabnya tersipu-sipu sembari membalas pelukan. Saat masuk rumah ummi bilang, "Aisha, mau buah apa? Apel atau pisang" "Pisaaang! Yang warna kuning , yang sudah matang" jawabnya mendikte ummi "Oke, sambil tunggu ummi mandi, Aisha makan pisang yaa" "He...

Healing Momm

Bismillahirrahmanirrahim Maha Besar Allah atas segala kuasa-Nya Alhamdulillahilladzi bini'matihi tattimusshalihat Segal puji bagi Allah yang dengan rahmat-Nya segala kebaikan sempurna Banyak sekali pengalaman dan pelajaran baru dalam perjalanan menjadi ibu di usia anak 3 tahun ini Masyaa Allah, sekarang bukan cuma pintar main tapi juga pintar berteori, tak sekedar memilih tapi juga berkomentar, tak melulu cerita, sering kali menyuarakan pendapat. Mana keukeuh betuuul! Gak bisa diganggu gugat wkwk Semakin bertambah usianya, semakin menyadari bahwa anak sepintar itu Tidak hanya sekedar menyerap informasi tapi juga memproses dengan meniru 100% atau juga dengan improvisasinya sendiri. Masyaa Allah barakallahu fiik Bahwa ternyata betul apa yang diajarkan Rasulullah untuk berlemah lembut terhadap anak-anak, bahwa ternyata betul apa yang dicontohkan Rasulullah bahwa nasehat akan lebih mudah diterima anak-anak ketika kondisi hatinya sedang baik.  Dan itu terjadi pada Aisha, semakin rendah ...

Buku Hari-hari Montessori untuk Anak Usia Dini

Gambar
Terkadang, kesabaran menghadapi anak juga baiknya disertai dg ilmu. Apalagi si grow up ini - Aisha (2yo) - yang lagi aktif-aktifnya, banyak akalnya, ada-ada aja, susah antengnya. Pernah suatu hari, sewaktu kami masih di Bogor, Aisha ngerusakin barang ummi yang baru banget di beli. Baru banget dibeli. Harusnya sih aku kesel, tapi Alhamdulillah Allah kasih kesabaran untuk bisa ketawa dan sekaligus pencerahan. Saat itu tersadar kalo Aisha tipikal anak yang kebutuhan bergeraknya besar. "Ooo jadi Aisha penasaran ya nak.. jadi Aisha butuh ekstra main untuk penyaluran energi dan tenaga Aisha yaa" - Sebab saat itu main kita cuma jalan-jalan aja, liatin bunga-bunga dipinggir lapangan, liatin ulet lewat, main lego, menggambar, mewarnai, selain baca buku. Yaa ku fikir mainan2 anak perempuan ya yang santai2 gitu kaaan - ee jebul ga jugaa. Lalu disaranin mba @hesdacahyani untuk baca ini sewaktu ku tanya buku tentang ide main anak. Jazaakillahu khayran mba Hesda yang selalu mau...

Review Buku "Andai Aku Tidak Menikah Dengannya" Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Gambar
Judul Buku: "Andai Aku Tidak Menikah Dengannya" Penulis: Ustadz Syafiq Riza Basalamah Penerbit: SDTIIS Press, Jember ISBN: 978-602-14414-9-7 Buku kali ini spesial banget. Pertama, karena isinya yang ditulis oleh ahli ilmu (ustadz). Kedua, karena ini aku pinjem dan ternyata dicetak limited pada saat PO. Sekarang udah ga ada lagi. Udah terbit buku baru ustadz yang judulnya, "Merajut Mimpi Untuk Kekasih". Padahal yang ini bwaguss poll, sungguh ku ingin memiliki. Qadarullah. Kalo ada yang tau nyari buku ini di mana tolong kabari aku ya ^^  Baik, mari kita mulai review kali ini dengan mengulas isi buku. Buku setebal 340 halaman ini memuat 4 bab menarik:  1. Perhiasan Terindah 2. Tak Kenal Maka Tak Sayang 3. Menyiram Bunga Yang Layu 4. Menyingkap Tirai Ustadz mengawali tulisannya dengan mengutip HR. Muslim no. 2664, "Hendaklah Engkau bersemangat terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah Engkau lemah. Jika ada se...

Dear Aisha 31mo (Validasi ketika Anak "dinakalin" Teman)

Dear Aisha  Dunia ini indah nak, tapi tak selamanya Tak seterusnya Segalanya fana Kadang kamu tidak mendapat apa yang kamu mau Kadang semua berjalan tidak sesuai rencana Kadang kamu mendapatkan yang bukan pilihanmu Kadang kamu dijailin teman Kadang kamu dinakalin Atau bahkan dijahatin Tapi ummi tidak akan pernah goyah untuk mengajarkan kamu adab dan berbuat baik Meski ummi ikut merasakan marah dan kecewa sampai ingin menjauhkanmu dari teman-teman toxic Tapi ketahuilah, kalo sampai kapanpun kamu kan temui orang-orang jenis ini di manapun di dunia ini Qadarullah harus dihadapi Seperti semalam, ketika Aisha diamuk teman yang sudah lebih tua sampai diserang disampluk ketika pinjam mainannya. Ummi bahkan ikutan negesin pake nada tinggi ketika Aisha ikutan jejetitan untuk tidak menangisi hal-hal remeh. Ummi mencoba untuk validasi cara cerdik meskipun hati ummi gedeg, "Kalo tidak boleh (pinjam mainan sama teman) Aisha bisa cari mainan yang lain, atau Aisha bisa beli mainan lagi nanti...